"Kegagalan dapat diumpamakan sebagai sebuah batu intan yang belum digosok. Semakin sering gagal, maka makin sering pula gosokan yang diberikan, dan akan makin bersinarlah batu intan tersebut" (Ary Ginanjar Agustian)

Kamis, 07 Juli 2011

Tentang "Little Things About Zuh"

Assalamualaikum Zuh!

Agaknya hari ini kan cukup bersejarah nanti, karena akhirnya aku mulai membuat blog. Sebenarnya sudah cukup lama sih, sejak tahun 2009. Namun dulu ku sekedar membuat, tanpa mengembangkan. Alhasil, jadilah blog yang kosong melompong hingga dua tahun lamanya, he.. Ok, itu cerita lama. Mulai sekarang aku akan giat menulis di blog ini, karena ku teringat akan perkataan Ali bin Ali Thalib bahwa ilmu itu seperti kuda. Jika tidak diikat, ia akan lari entah ke mana. Maka akan kuikat tiap ilmu yang melintas di memori dengan menuliskannya di blog ini. Mungkin saja suatu saat nanti kan kubukukan semua tulisan di blog ini dan kuhadiahkan sebagai mahar bagi istri tercinta, halah..

Bisa jadi banyak yang bertanya, mengapa blog ini berjudul “Little Things About Zuh”? Hm.. pertanyaan yang wajar, karena judul blog ini memang tak wajar. Blog ini nantinya akan bercerita tentangmu Zuh, tentang dirimu. Teman khayalan? Sepertinya tidak demikian. Kau tentu tahu, bahwa saudara dalam iman itu satu sama lain bagaikan cermin yang saling memantulkan bayangan. Jika mereka lihat diriku, maka mereka akan melihatmu. Sebaliknya, jika mereka melihatmu, maka sesungguhnya mereka sedang melihat gambaran diriku. Ya, cerminan diriku terpantul olehmu, saudara seiman yang senantiasa mengingatkanku untuk terus memperbaiki diri dan melakukan amalan yang shalih, baik dalam niat maupun dalam cara.

Jadi teringat kembali akan nama lengkapmu. Aghnia Zuhuda. Sungguh nama yang elok. Aghnia yang berarti doa agar menjadi orang yang kaya. Doa itu harapan Zuh, dan namamu telah menyiratkan harapan kita untuk menjadi orang yang kaya. Kayanya kita tentu meliputi iman, ilmu, serta amal. Kayanya kita juga termasuk dalam ranah materi dunia, agar dunia dapat kita kelola menjadi tempat hidup yang lebih baik, agar keselamatan yang dimaksud Islam dapat dirasakan oleh setiap insan, baik selamat di dunia maupun di akhirat. Dan nama Zuhuda-mu juga penuh harap. Meremehkan dunia, harapan yang dapat mengimbangi harapan pertama kita. Kita ingin agar silau gemilau dunia tak sampai menyusup ke hati kita. Karena ah, biar hanya Allah yang menguasai hati kita, biarlah kau jaga tiap hati agar tetap menunduk tawadhu kepada-Nya, biarlah kau remehkan tiap rayuan dunia yang tak henti menghampiri kita.

Zuh, semoga apa yang kita gambarkan dapat memberikan manfaat bagi yang lain. Semoga kebermanfaatan yang bercampur dengan ilmu nantinya dapat menjadi amalan yang tak terputus bahkan hingga kita menutup usia. Ilmu yang bermanfaat, biarkan blog ini menjadi perantara untuknya, sedangkan amal jariyah dan anak shalih yang senantiasa mendoakan biar kita urus di tempat lain saja, he..

Sampai bersua nanti Zuh, salam untuk hatiku. Wassalamualaikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar